Rabu, 17 Desember 2008

Melatih Kucing


Buang air pada tempatnya
Melatih kucing buang air pada tempat yang disediakan adalah masalah mendunia. Semua pecintakucing pasti pernah mengalami masalah ini. Saya sendiri sudah mengalami jatuh bangun soal didikan buang air terhadap kucing. Dihari ini, yes! kucing buang air di kamar mandi, tapi 12 jam kemudian, AAAA! Kenapa diatas kosetan?!!!

UNTUK BAK PASIR, begini caranya:
1. Siapkan kotak besar bila kucingnya sudah dewasa, dan kotak kecil bila kucingnya masih anak-anak. Punya 1 kucing, berarti anda harus punya 1 kotak minimal. Dan punya 4 kucing, berarti anda harus punya 3 kotak lebih bak pasir. Dan bila punya 7 kucing, anda harus punya 5 lebih bak pasir. Anda tidak mau mereka antri buang air'kan? Lagi pula memiliki bak pasir banyak, anda bisa mengontrol dan mengecek pengeluaran mereka bila salah satu kucing memiliki masalah pencernaan. Lalu yang bagus yang merek apa dan pasir yang bagaimana? Mari kita bahas itu di forum.

2. Masukkan dalam bak atau kotak, pasir yang non-clay-clumping atau pasir yang tidak menggumpal. Kenapa? Soalnya pasir yang mudah menggumpal mengandung sodium bentonite yang apabila tertelan kucing, didalam usus pasir itu akan menggumpal dan sangat berbahaya. Tuangkan pasir kedalam kotak setebal 3 sampai 5 cm.

3. Taruh bak pasir pada tempat yang sudah dialasi kertas koran atau washable mat. Taruhlah di tempat yang tenang, tidak berisik, dan jauh dari tempat makannya namun mudah dijangkau kucing.

4. Cara mendidiknya adalah, biasanya kucing sehabis makan akan berlari ke bak pasirnya. Ini yang terjadi pada kucing saya. Pokoknya setelah 15 menit kucing habis makan atau sebelum makan, ambil kucing dan taruh di dalam bak pasirnya. Biarkan dia bingung kok saya ditaruh disini? Kalau dia pergi, taruh lagi di dalam bak pasir. Kalau kucing termasuk kucing pintar, dia akan mengerti sesaat setelah anda mengajarinya untuk menggaruk-garuk pasir. Kucing akan buang air.

5. Bila tidak, berarti kucing bukan tipe pintar dan harus ada yang memperlihatkan caranya dulu. Ini yang namanya copy-cat atau kucing si peniru. Lagi-lagi anda harus sabar melakukannya dan selalu waspada, setiap kucing menggaruk-garuk lantai berarti dia ingin buang air. Intinya disini adalah "pelan-pelan". Ambil kucing dan taruh dalam bak pasir. Terus seperti itu sampai kucing tidak tahan dan buang air didalam bak. Jangan membentaknya bila salah, apalagi dia lagi ada di bak pasir. Kucing mengira anda memarahinya karena ada di dalam bak pasir, dan kucing akan sulit buang air disana lagi karena memori yang tidak menyenangkan.

6. Setiap kucing buang air didalam bak, sayangi dia. Acara menyayangi setiap dia berbuat benar sangat berguna dan SANGAT cepat membuatnya mengerti.

7. Selalu bersihkan bak pasir kucing dengan membuang kotorannya setiap hari. Dan cuci bak tersebut minimal seminggu 2 kali dengan merendamnya lebih dulu menggunakan air panas.
Kemudian cuci dengan cairan pemutih. Setelah itu barulah menggunakan disinkfektan atau ditergen, terus bilas sampai bersih dan jemur dibawah matahari atau dikeringkan langsung. Cara ini tidak merepotkan demi memberantas toxoplasma.

8. Sekali anda menemukan posisi tempat bak pasir dan kucing sudah mengenalnya, jangan memindahkannya lagi. Ini terjadi pada saya, dan kucing kebingungan dan akhirnya buang air sembarangan. My cats so dumb!


Jalan-Jalan dengan Tali
Kucing bisa diajak jalan-jalan seperti anjing? Tentu saja bisa! Bibi saya melakukannya kok waktu dia main kerumah saya sambil mengajak kucing lokal hitam-putihnya. Dan saya yakin ada diantara anda yang juga melakukannya. Walau kaget saat pertama kali lihat kucing hitam putih bibi asik saja jalan-jalan di pekarangan. Wow, apa kucing saya bisa ya diajari jalan-jalan?

Begini caranya:
1. Pastinya anda harus punya tali seperti pelana kuda yang dipakaikan di tubuh kucing dan tali pengikat kucing yang tidak berat dan ringan dengan klip yang kuat tidak mudah lepas. Pastikan anda memilih produk yang nyaman dipakai kucing dan pas tidak kesempitan di badannya. Kalau ingin klip tali di pasang di kalung kucing (leher), bisa saja, namun ada baiknya bila klip tali tersebut dipasang di bagian dadanya atau punggung. Selain untuk menghindari kesalahan tarik yang bisa melukai lehernya, pemasangan tali klip didada atau punggung membuatnya lebih terasa nyaman tanpa lehernya harus ditarik-tarik. Pemasangan tali di dada juga menghindarinya dari "kabur".

2. Sebelum pemasangan pelana dan tali, ada baiknya buat kucing terbiasa dengan keberadaan dua benda baru tersebut didekatnya. Taruh dua benda itu dekat tempat kucing tidur agar kucing terbiasa dengan bau dan keberadaannya.

3. Sebelum waktunya makan, pasangkan pelana di badan kucing tanpa tali. Biarkan pelana longgar sekitar kurang lebih anda bisa memasukkan dua jari antara pelana dengan badan kucing.

4. Beri pujian pintar dan baru beri makan kucing. Biasanya kucing yang dipasangkan pelana akan bergerak tidak betah dan menggigit-gigit pelana di badannya supaya lepas. Biarkan beberapa menit lagi sambil diajar main dan kemudian lepaskan supaya kucing tidak stress. Ulangi pemakaian ini sebelum waktunya makan selama beberapa hari kedepan.

5. Ulangi setiap harinya dengan waktu pemakaian lebih lama dari sebelumnya. Pembiasaan diri memakai pelana kucing ini tidak boleh anda pakai selama 24 jam, dan pelana hanya dipakai saat anda mengajaknya jalan-jalan saja atau dalam beberapa menit pelatihan.

6. Selanjutnya bila kucing benar-benar sudah terbiasa, anda bisa memasang tali dan membiarkan kucing jalan-jalan ke sekeliling rumah dengan klip tali sudah menempel di pelananya. Biarkan tali terseret saat kucing jalan, pada tahapan ini kucing mungkin mengira tali itu mainannya dan malah main dengan tali. Perhatikan jangan sampai tali menyangkut di perabotan rumah atau bahkan sampai melilit badan dan mencekik lehernya.

7. Lepaskan pelana dan tali dan selalu beri kasih sayang dan pujian sudah mau menurut dipasangkan pelana bersama talinya.

8. Ulangi langkah 6 dan 7 hingga beberapa hari kedepan sampai kucing benar-benar terbiasa dengan 2 benda barunya.

9. Kini, barulah ajak kucing keliling rumah atau halaman rumah. Biarkan tali yang anda pegang kendur agar kucing bisa bergerak bebas dan jangan menahan arah tujuannya. Dalam tahap ini anda harus mengikuti kemanapun kucing ingin pergi.

10. Ulangi tahap 9 beberapa hari kemudian sampai kucing terbiasa.

11. Ajari kucing untuk mengikuti anda berjalan dengan ucapan perlahan, dan coba buat kucing untuk mengikuti arah tujuan anda. Jangan memaksanya. Kita disini harus mengajari kucing bahwa acara jalan-jalan menggunakan tali adalah acara menyenangkan buat kucing, bukan untuk mengekangnya. Bila saat jalan-jalan kucing menarik menolak, berhenti saja dulu sampai kucing terlihat lebih santai, kemudian jalan lagi.

12. Kuncinya hanyalah kesabaran. Selalu lihat setiap reaksi dari kucing anda. Jangan mencoba membuat acara jalan-jalan menggunakan tali seperti paksaan karena kucing pasti menolak dan lebih sulit lagi mengajarinya. Anda harus menang dan kuncinya hanya kesabaran.

13. Saat kucing sudah siap dan anda ingin membawanya jalan-jalan, anda harus ingat satu hal, kucing anda itu tipe kucing penakut tidak? Bila dia bertemu hewan baru atau orang lain atau benda lain dia akan kabur bersembunyi tidak? Kucing penakut harus diajari dulu bahwa dia akan aman selama anda ada didekatnya.

14. Kalau kucing sudah pemberani atau kucing memang bukan penakut, kucing siap untuk keluar rumah dipagi hari untuk jalan-jalan di komplek atau di jalanan RT anda.

1 komentar:

Fityah Mutmainnah mengatakan...

Wah, postingannya berguna sekali untuk saya. Thanks.

Poskan Komentar